Sabtu, 07 Januari 2012

Renungan Warta Minggu-1 Januari 2012

MENANTIKAN YANG BETUL-BETUL BARU
( Wahyu 21 : 1 - 6 )

      Disadari atau tidak, manusia pada dasarnya memiliki suatu hasrat untuk segala sesuatu yang baru. Sesuatu yang belum pernah dilihat, didengar, dipikirkan, dirasakan ataupun dialami selalu membuat manusia penasaran dan bergairah. Ada kegelisahan dan keresahan yang sangat mendalam untuk hal-hal yang baru. Produk baru, status baru, fasilitas baru, pengalaman baru, hidup baru atau kebaruan-kebaruan lainnya, disadari ataupun tidak, senantiasa dirindukan dan dinanti-nantikan oleh manusia. Bukankah realitas ini terlihat sangat jelas pada masa-masa menjelang pergantian tahun? Tahun yang lama telah berlalu, tahun yang baru telah tiba. Maka hampir semua orang akan “mendandani” dirinya dengan segala sesuatu yang baru. Mulai dari yang lahiriah, seperti pakaian baru atau model rambut baru, hingga yang batiniah, misalnya semangat baru atau komitmen baru.
      Fenomena ini setidaknya menunjukkan sebuah kebenaran teologis: Kehidupan yang ada sekarang ini bukanlah kehidupan yang seharusnya ada. Dunia yang kita huni saat ini bukanlah dunia yang semestinya kita huni. Segala sesuatu yang kita alami saat ini bukanlah yang ideal, bukanlah yang sempurna, bukanlah yang semestinya. Ini semua adalah akibat pemberontakan manusia (lih. Kej 3). Kedatangan Anak Allah di dalam diri Yesus pada peristiwa Natal pertama menandakan akhir dari situasi tragis ini. Melalui kehadiran-Nya secara fisik di atas muka bumi, Tuhan Yesus menggiring masuknya zaman baru (bdk. Mat 24:1-8). Melalui kehidupan-Nya, Tuhan Yesus menunjukkan secara sempurna bagaimana segala sesuatu yang ada seharusnya ada. Ia datang untuk memulai pembaharuan dari segala sesuatu yang ada. Kemudian Ia menugaskan Gereja-Nya untuk melanjutkan pembaharuan yang telah Ia mulai ini. Puncak dari pembaharuan yang telah, sedang, dan akan terus dikerjakan tercatat di dalam bacaan Alkitab kita hari ini, yaitu datangnya langit dan bumi yang baru pada akhir zaman (Why 21:1,5).
            Inilah pengharapan kita sebagai para penyembah Allah Tritunggal yang Esa itu. Penderitaan, sakit-penyakit, kejahatan, dan hal-hal buruk lain yang seringkali kita alami bukanlah akhir dari segalanya. Dunia ini sedang dan akan terus diperbaharui hingga Kristus datang untuk yang kedua kali. Ketika hari yang mulia itu tiba, kita akan menerima segala sesuatu yang benar-benar baru: langit yang baru, bumi yang baru, dan tubuh yang baru! Pengharapan ini adalah pengharapan yang aktif. Sambil menantikannya, kita dipanggil untuk menjalankan fungsi kita sebagai garam dan terang dunia. Artinya, kehadiran kita di tengah-tengah dunia harus menjadi tanda sekaligus realitas dari langit dan bumi yang baru yang sedang kita nanti-nantikan itu. Inilah pengharapan sekaligus tanggung jawab kita yang perlu kita ingat kembali di awal tahun yang baru ini. Selamat memasuki, menapaki, dan memaknai tahun 2012 bersama TUHAN! Immanuel! (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar